CILEGON – Kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi oleh Negara bagi seluruh warga negaranya tanpa terkecuali, begitu juga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang menjadi tanggung jawab Lapas / Rutan yang harus mendapat pelayanan kesehatan dan perawatan yang baik. Pelayanan yang tersedia bersifat komeprehensif yang meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaaan kesehatan, pengobatan, rujukan ke pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan.

Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas III Cilegon kembali menggelar layanan kesehatan Voluntary Conseling Test (VCT) Mobile dan Pengobatan TBC bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Klinik Lapas Cilegon, Sabtu (09/03).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lapas Cilegon bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan Puskesmas Cibeber untuk mengetahui WBP yang terjangkit HIV/Aids, mencegah terjadinya penyebaran HIV/Aids di Lapas, serta memberi pengetahuan tentang manfaat diselenggarakannya VCT.

Kepala Lapas Cilegon, Heri Aris Susila menyampaikan bahwa Lapas Cilegon terus berupaya memenuhi seluruh hak-hak WBP termasuk dalam hal ini hak memperoleh layanan kesehatan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan yang ada di Kota Cilegon untuk bersama-sama mendukung dan memberikan layanan kesehatan bagi WBP, seperti halnya kegiatan VCT Mobile dan pengobatan TBC ini, langkah ini diyakini bisa memastikan kesehatan para WBP”, ujar Heri saat diwawancarai Tim Humas Lascil.

Sementara hal yang sama juga juga disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan, Edrawanto, ia mengatakan bahwa ia dan tim kesehatan Lapas Cilegon akan selalu berkoordinasi dengan pihak luar agar WBP mendapat layanan kesehatan.

“Pagi ini WBP mendapatkan layanan kesehatan berupa VCT Mobile, sebelum dilakukan tes VCT, WBP terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai HIV/AIDS. Setelah itu, dilakukan prakonseling WBP diwawancara, barulah dilakukan pengambilan sampel darah untuk tes HIV/AIDS. Apabila ada WBP yang positif, maka akan diambil tindakan penanganan selanjutnya, sehingga mereka dapat memahami tujuan dilaksanakannya VCT tersebut. Tak hanya itu, pengobatan untuk pasien TBC pun dilakukan agar WBP yang terjangkit penyakit TBC dapat disembuhkan”, ungkap Edrawanto.

Dokter Arief selaku Tim dari Puskesmas Cibeber mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam hal pengawasan terhadap penyakit yang ada di Lapas, terutama penyakit menular.
“Untuk itu kegiatan ini rutin diadakan di Lapas dan menjadi komitmen bersama antara Puskesmas Cibeber dg Lapas yang telah terjalin kerja sama dalam bentuk MoU yg di tanda tangani di awal tahun 2018”. Ungkap Dr. Arief.(RVPU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here